Selasa, 23 Juli 2013

ANALISA KUALITAS LAYANAN SEBAGAI PENGUKUR LOYALITAS PELANGGAN HOTEL DENGAN PEMASARAN RELASIONAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

ANALISA KUALITAS LAYANAN SEBAGAI PENGUKUR LOYALITAS PELANGGAN HOTEL  DENGAN PEMASARAN RELASIONAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

A. PENDAHULUAN.
Dalam dunia usaha dikenal tiga jenis perusahan yaitu perusahaan dagang, perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa. Perusahaan jasa dikenal memiliki berbagai macam usaha seperti usaha jasa salon, usaha jasa pengiriman barang serta masih banyak lagi macam usaha jasa yang kian marak bermunculan diberbagai kota hingga pelosok di Indonesia seperti sekarang.

Perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan seperti hotel yang kegiatan usahanya yaitu menyewakan kamar, memberikan pelayanan dan menyediakan fasilitas-fasilitas yang dimiliki untuk memenuhi kepuasan setiap pengunjung yang menginap, termasuk kedalam perusahaan jasa. Maka sebelum kita mengenal tentang hotel, berikut penjelasan atas pengertian dan karakteristik jasa.

Menurut Valarie A. Zethamil dan Mary Jo Bitner yang diterjemahkan oleh Buchari Alma dalam bukunya Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, menjelaskan bahwa pengertian jasa sebagai berikut :

Jasa adalah suatu kegiatan ekonomi yang outputnya bukan produk dikonsumsi bersamaan dengan waktu produksi dan memberikan nilai tambahan (seperti kenikmatan, hiburan, santai, sehat) bersifat tidak berwujud”.(2000:204)

Hotel termasuk kedalam jasa servis yang merupakan sarana pelayanan kepada para konsumen. Hotel dapat dikenal oleh konsumen dilihat dari fasilitas serta pelayanan yang diberikan yang akan membuat konsumen atau pelanggan merasa nyaman dan tertarik untuk datang kembali. Berikut penjelasan dari pengertian hotel, klasifikasi hotel dan layanan hotel.

Menurut Agus Nawar dalam bukunya Operasional Tatagraha Hotel menjelaskan mengenai pengertian dari hotel adalah sebagai berikut :

Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan, minum, serta jasa lain bagi umum dikelola secara komersial serta memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan didalam keputusan menteri pariwisata, pos dan telekomunikasi”. (2000:13)
B. ANALISIS.
Pemasaran relasional menekankan rekrutmen dan pemeliharaan (mempertahankan) pelanggan melalui peningkatan hubungan perusahaan dengan pelanggan. Mempertahankan pelanggan jauh lebih murah daripada mencari pelanggan baru, menurut penelitian diperlukan biaya lima kali lipat untuk mendapat satu orang konsumen baru daripada mempertahankan satu orang yang sudah menjadi pelanggan.
  • Penekanan dari fokus berorientasi transaksi menjadi hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
  • Pemasaran relasional berfokus pada kualitas, customer service, dan aktifitas pemasaran. (Lupiyoadi, 2001:16-17)
Istilah Relationship Marketing diperkenalkan pada dekade 1980-an dan merupakan konsep yang relatif baru dan terus berkembang. Sebuah definisi diberikan Leonard Berry tentang Relationship Marketing adalah merupakan upaya menarik, mempertahankan dan … dalam organisasi multi jasa … meningkatkan hubungan pelanggan

Dan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, Hotel menerapkan program pemasaran relasional. Penerapan program pemasaran relasional ini diharapkan mampu membuat pelanggan menjadi setia sehingga hubungan yang terjadi tidak hanya hubungan antar penjual dan pembeli, tapi lebih mengarah pada suatu hubungan sebagai mitra. 
 
Program pemasaran relasional yang dijalankan Hotel yaitu privilege card. pelaksanaan program pema-saran relasional dirasakan kurang efektif. Masalah yang banyak terjadi adalah banyak tamu hotel yang merupakan pemegang privilege card pada saat menginap, mereka tidak mengetahui adanya manfaat yang dapat mereka peroleh sebagai pemegang privilege card. Selain itu, tidak adanya pemeliharaan hubungan antar pemegang privilege card dengan staf departemen marketing. Dampaknya adalah staf departemen marketing tidak mengetahui apakah pemegang kartu telah menggunakan fasilitas yang tersedia atau belum.

Kualitas pelayanan terutama untuk sector jasa selalu diidentikkan dengan mutu usaha itu sendiri. Semakin baik dan memuaskan tingkat pelayanannya maka akan semakin bermutu usaha tersebut begitu pula sebaliknya. Sehingga usaha untuk meningkatkan pelayanan selalu dilakukan agar dapat memaksimalkan kualitas jasa. 
 
Kepuasan pelanggan didefinisikan sebagai semua sikap berkenaan dengan barang atau jasa setelah diterima dan dipakai, dengan kata lain bahwa kepuasan (satisfaction) adalah pilihan

setelah evaluasi penilaian dari sebuah transakasi yang spesifik (Cronin & Taylor, 1992). Cronin dan Taylor (1994) dalam penelitiannya berhasil membuktikan bahwa kepuasan pelanggan ditentukan oleh penilaian pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan.

Pemahaman terhadap kualitas layanan memberikan arti penting bagi terwujudnya suatu layanan yang unggul. Dengan demikian banyak para ahli yang berusaha menggali dimensi-dimensi yang membangun suatu konstruk kualitas layanan secara utuh. 
 
Lima dimensi kualitas jasa (Parasuraman, Zeithaml, dan Berry, 1988; Zeithaml et al, 1996) yang dipergunakan untuk memahami harapan dan persepsi konsumen terhadap kualitas jasa tersebut adalah :

1. Keandalan (Reliability)
Kemampuan untuk melaksanakan jasa yang dijanjikan dengan tepat dan terpercaya.

2. Ketanggapan (Responsiveness)
Kemauan perusahaan untuk membantu pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat.

3. Keyakinan (Assurance)
Pengetahuan dan keramahtamahan para karyawan serta kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan.

4. Empati (Empathy)
Syarat untuk peduli, memberi perhatian pribadi bagi pelanggan.

5. Berujud (Tangibles)

Karakteristik dan Implikasi Manajemen
Karakteristik
Implikasi Manajemen
Intengibility
  • produk bersifat abstrak : lebih berupa tindakan atau pengalaman.
  • kesulitan dalam evaluasi alternative penawaran jasa : persepsi konsumen thd resiko.
  • tdk dpt dipajang : diferensiasi sukar dilakukan.
  • tdk ada hak paten: hambatan masuk rendah
Inseparability
  • konsumen terlibat dalam produksi : kontak dan interaksi penting sekali.
  • pelanggan lain juga terlibat : masalah pengendalian.
  • karyawan mencerminkan dan mewujudkan bisnis jasa : relasi pribadi.
  • lingkungan jasa : mendiferensiasikan bisnis.
  • kesulitan dalam produksi masal : pertumbu-han membutuhkan jaringan kerja sama
Heterogeneity
  • standardisasi sukar dilakukan : sangat tergantung kepada sumber daya manusia yg terlibat.
  • kualitas sulit dikendalikan : heterogenitas lingkungan
Perishability
  • tidak dapat disimpan : tidak ada sediaan.
  • masalah beban periode puncak : produkti-vitas rendah.
  • sulit menentukan harga jasa : masalah penetapan harga

Dalam sebuah usaha jasa perhotelan yang paling diutamakan untuk meningkatkan kualitas perusahaannya agar tetap maju dan berkembang pesat adalah pelayanan dengan ramah tamah dan dengan banyak senyum yang harus dipunyai dan dilakukan oleh setiap karyawan disebuah hotel karena akan sangat mempengaruhi tingkat produktivitas perusahaan.

Menurut Wyckof yang diterjemahkan oleh Fandy Tjiptono dalam bukunya Manajemen Jasa adalah sebagai berikut :
Kualitas Pelayanan Jasa adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan”. (2001:59)

Berdasarkan kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan merupakan suatu pencapaian harapan yang unggul yang diharapkan untuk memenuhi keinginan pelanggan. Menurut Buchari Alma dalam bukunya Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, layanan jasa yang ditawarkan khusus oleh bidang perhotelan adalah sebagai berikut:
  1. Fasilitas penyediaan atau penyewaan kamar.
  2. Fasilitas penyediaan ruang konferensi atau ruang sidang.
  3. Menyediakan penukaran valuta asing.
  4. Menjual makanan dan minuman.
Kualitas layanan dengan dimensinya yang berupa tangible, reliability, responsiveness, assurance,dan empathy digambarkan berpengaruh tidak langsung terhadap loyalitas. Dalam hal ini relationship, Pemasaran relasional, yaitu; 
 
a. Harmony
Adalah adanya pemeliharaan hubungan yang terjalin dengan baik melalui program privilege card antara staf departemen marketing Hotel  dengan konsumennya. 
 
Acceptance
Konsumen yang bermalam mengetahui ada-nya program privilege card Hotel  serta memahami keuntungan yang diperolehnya 
 
c. Participation Simplicity
Adalah kemudahan prosedur yang dirasakan oleh konsumen bila berminat menjadi peme-gang privilege card.

Kemudian pemasaran relasional yang kuat dengan dimensinya yang berupa harmony, accep-tation, dan participation simplicity yang didukung dengan adanya program privilege card yagn digambarkan berpengaruh langsung terhadap loyalitas pelanggan. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa baik pemasaran relasional berpengaruh langsung terhadap loyalitas pelanggan. 
 
Pemasaran relasional dengan dimensinya harmony, acceptance, dan participation simplicity yang didukung dengan adanya privilege card yang digambarkan berpengaruh langsung terhadap loyalitas. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa baik pemasaran relasional berpengaruh langsung terhadap loyalitas pelanggan. Kualitas layanan dengan dimensinya yang berupa tangible, reliability, responsiveness, assurance,dan empathy digambarkan berpengaruh tidak langsung terhadap loyalitas. Dalam hal ini relationship marketing diposisikan sebagai variabel antara atau intervening karena berhubungan secara tidak langsung antara kualitas layanan dan loyalitas pelanggan. Kualitas layanan yang baik akan menimbulkan pemasaran relasional yang kuat berpengaruh positif pada loyalitas pelanggan.

Untuk mengentahui apakah Kualitas layanan yang baik akan menimbulkan pemasaran relasional yang kuat berpengaruh positif pada loyalitas pelanggan. Kita bisa menggunakan metodologi penelitian yang Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Hotel  yang dalam jangka waktu 1 tahun terakhir melakukan kunjungan sebanyak 1-5 kali dan menggunakan fasilitas pelayanan kamar (menginap di hotel). Dengan kata lain, kualitas layanan berpengaruh pada loyalitas melalui pema-saran relasional sebagai variabel intervening. Dan Variabel independennya adalah Kualitas layanan, Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy sedangkan Pemasaran relasional, yaitu; Harmony, Acceptance, Participation Simplicity Sedangkan variabel dependennya adalah: Loyalitas pelanggan, dengan indikator empirik sebagai berikut:. Say positive things, Recommend friends, Continue purchasing.

Dalam penelitian ini akan digunakan alat analisa berupa: 
 
1. Stasistik deskriptif
Merupakan alat statistik yang memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari rata-rata, stantar deviasi, varian, range, kurtosis, skweness (Gozali, 2001, p. 19). 
 
2. Analisa faktor
Analisa faktor mendefinisikan struktur suatu data matrik dan menganalisa faktor yang saling berhubungan antar sejumlah besar variabel. Dengan teknik ini peneliti dapat menentukan dimensi suatu struktur. Jadi analisa faktor ingin meringkas informasi dari variabel asli menjadi suatu set dimensi baru dalam bentuk variabel.

3. Analisa regresi
Merupakan suatu studi ketergantungan dari variabel dependen terhadap variabel independen, dengan tujuan mengestimasi atau memprediksi rata-rata nilai variabel dependen berdasar nilai variabel independen yang diketahui. Hasil regresi adalah berupa koefisien untuk masing-masing variabel independen, yang akan digunakan untuk memprediksi variabel dependen dalam suatu persamaan.

C. KESIMPULAN
Pemasaran relasional ini merupakan suatu kegiatan yang memiliki tingkat kepentingan yang tinggi, karena dalam perhotelan interaksi antara wisatawan dengan pelaku di destinasi sangat tinggi (excessive contact). Pemasaran relasional bermanfaat bagi perusahaan untuk bertahan pada lingkungan persaingan dan membentuk keunggulan bersaing. Dengan demikian, untuk menjamin keberlangsungan usaha ditengah lingkungan yang penuh dengan ketidakpastian dibutuhkan pembelajaran bagi perusahaan untuk mengetahui cara membina hubungan yang kuat dengan konsumen.

Kepuasan konsumen telah menjadi konsep sentral dalam teori dan aplikasi pemasaran, serta merupakan salah satu tujuan esensial bagi aktifitas bisnis. Fakta yang menunjukkan bahwa menarik konsumen baru lebih mahal daripada mempertahankan, Faktor utama yang menentukan kepuasan konsumen adalah persepsi konsumen terhadap kualitas jasa. Sementara itu, kepuasan pelanggan merupakan prediktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan (Dabholkar and Walls 1999; McDougall and Levesque 2000). Kepercayaan (Trust) merupakan sarana menuju

komitmen dan hubungan yang lebih jauh yang bermanfaat penting bagi kedua belah pihak yang saling percaya (Morgan & Hunt, 1994).

Dalam konteks yang lebih spesifik dari hubungan penjual dan pembeli, Antara kepercayaan pelanggan dan loyalitas pelanggan terdapat hubungan yang erat. Konsumen yang telah memilki kepercayaan akan memiliki loyalitas pula. Penelitian Chow and Holden(1997) yang bermaksud melihat keterkaitan antara kepercayaan dan loyalitas, menunjukkan bahwa kepercayaan mempunyai pengaruh positif yang kuat terhadap loyalitas.

Konsumen yang loyal merupakan aset tak ternilai bagi perusahaan karena karakteristik atau tingkatan bagi konsumen yang loyal menurut Griffin (2005:32) mempunyai ciri sebagai berikut :
  1. Melakukan pembelian berulang yang teratur (repeat purchase).
  2. Pembelian Antarlini Produk dan Jasa (purchase across product lines) .
  3. Mereferensikan ke orang lain (referrals).
  4. Menunjukkan kekebalan terhadap Tarikan Pesaing (tidak mudah terpengaruh oleh daya tarik produk sejenis dari pesaing) (retention).
Dari analisa deskriptif mengindikasikan bahwa sebagian besar responden cenderung puas pada layanan yang diberikan oleh Hotel, serta menilai netral pada penilaian mereka terhadap kinerja program pemasaran relasional yang dijalankan oleh pihak hotel. Selain itu responden juga menilai netral untuk tingkat loyalitas mereka terhadap hotel.

Minggu, 21 Juli 2013

TEST STANDAR

TEST STANDAR

  1. PENGERTIAN TEST STANDAR
Salah satu prosedur penilaian yang paling banyak digunakan dan tersebar luas adalah tes standar. Test standar disiapkan untuk digunakan secara luas guna menyediakan informasi yang berarti (bermakna) dan akurat tentang kedudukan siswa dengan orang lain pada suatu tingkatan tertentu. Untuk membuat nilai test yang sebanding, tes diatur dan dinilai secara hati-hati serta seragam untuk semua siswa, sehingga semua siswa di seluruh dunia mempunyai kesempatan yang sama untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui. Metode standar digunakan untuk mengembangkan soal, mengadministrasikan tes, menilainya dan melaporkan hasilnya untuk menarik minat peserta. Test standar digunakan untuk menyediakan sebuah alat ukur untuk membandingkan individu atau kelompok siswa. Interprestasi terhadap nilai tes standar sesuai dengan aturan nasional atau daerah.
  1. PENGGUNAAN TEST STANDAR
Tes standar digunakan untuk:
  1. Memilih dan menempatkan siswa dalam kelas, program, sekolah khusus atau Perguruan Tinggi
  2. Menentukan apakah siswa harus maju pada tingkat selanjutnya
  3. Mendiagnosa masalah belajar
  4. Menentukan nilai jasa, prestasi dan beasiswa
  5. Menilai keefektifan dari prog.pelajaran
  6. Penelitian tingkah laku
Nilai dari tes standar menjadi tolak ukur untuk mengukur kualitas sekolah, sekolah pemerintah, pendidikan di negara bagian atau seluruh negara.

  1. TIPE TEST STANDAR
Ada dua tipe tes standar, yaitu:
  1. Tes Akademik
Tes akademik terfokus pada pengetahuan dan kecakapan belajar di sekolah, bias juga berupa deretan prestasi, tes diagnose, atau tes subyek khusus.

  1. Tes Bakat
Tes bakat terfokus pada prestasi potensial yang maksimal yang dapat ditujukkan oleh siswa dan dapat mengukur bakat cendekiawan secara umum, bakat untuk belajar dengan baik di Perguruan Tinggi atau program pelatihan kejuruan, bakat membaca, bakat dalam mesin, atau bakat memperkirakan sesuatu. Walaupun tes akademik dan tes bakat secara teori berbeda, hasil keduanya memiliki hubungan yang erat dalam tes akademik.

  1. KRITERIA PROSEDUR PENGUKURAN YANG BAIK
  1. Reliabel
Memberikan hasil yang relatif sama ketika digunakan beberapa kali.
  1. Valid
Mengukur apa yang seharusnya diukur, merupakan sampel representatif dari keseluruhan butir yang mungkin dibuat sesuai dengan konstruksi keilmuannya
  1. Objektif
Objektif adalah persetujuan dari (a) ahli atas jawaban benar untuk sebuah bentuk ujian dan (b) Nilai yang berbeda pada apa yang seharusnya diberikan untuk sebuah tes.
  1. Praktis
Kepraktisan dalam mengukur ditentukan oleh besarnya biaya yang diperlukan, waktu untuk melaksanakan, kemudahan dalam penilaian, dan fktor lain yang dimiliki guru untuk menghitung nilai sebelum membuat keputusan.
  1. Daya Pembeda
Membedakan peserta pada kelompok atas dan kelompok bawah yang dapat menjawab benar
  1. Tes acuan Norma
Dibentuk untuk menguji kemampuan siswa sebagai perbandingan atas kemampuan siswa lain.
  1. Tes Acuan Kriteria
Dibentuk untuk membandingkan kemapuan hasil ujian siswa untuk menentukan criteria terbaik dalam pembelajaran atau ketrampilan.

  1. INTERPRESTASI NILAI DARI TEST STANDAR
  1. Distribusi frekuensi
Daftar sejumlah orang yang memperoleh nilai dalam setiap batasan nilai dalam ujian. Informasi ini dapat ditunjukkan melalui sebuah grafik sederhana yang disebut histogram atau garis x yang menunjukkan jumlah nilai yang mungkin dan garis y menunjukkan jumlah siswa yang mencapai setiap nilai.
  1. Rata-rata
Rata-rata adalah jumlah seluruh nilai dalam kelas dibagi dengan jumlah siswa. Nilai tengah adalah poin tengah dalam seperangkat nilai yang tersusun dalam tingkatan; dari tertinggi ke terendah.
  1. Standar deviasi
Rata-rata perbedaan nilai siswa dengan nilai rata-rata. Besarnya standar deviasi menunjukkan bahwa siswa mempunyai rentang nilai yang tinggi dalam tes. Kecilnya standar deviasi menunjukkan rentang nilai yang rendah dan besarnya nilai siswa disbanding dengan nilai rata-rata.
  1. Standar nilai
Merupakan petunjuk seberapa jauh nilai setiap siswa diatas atau dibawah nilai rata-rata diukur oleh standar deviasi. Untuk mencari standar nilai anda harus mengurangi nilai rata-rata dari nilai awal siswa kemudian dibagi dengan standar penyimpangan.. Tiga standar biasanya adalah nilai z, standar 9 dan kurva sepadan. Nilai z mempunyai nilai rata-rata 0 dan standar deviasi 1. Standar 9 mempunyai rata-rata 5 dan standar deviasi 2. Kurva sepadan normal mempunyai rentang nilai mulai dari 1-99 dengan rata-rata 50 dan standar deviasi 21.
  1. Percentile
Persentase kelas dengan nilai bawah yang diperoleh siswa. Rentang persentil berkisar antara 0-100
  1. Tingkatan-nilai sepadan
Rata-rata nilai dari semua siswa dalam contoh norma pada tingkatan mutu. Tingkatan nilai sepadan secara umum didaftar atas nomor, seperti 11.4; 9.6; 7.2; atau 3.5. tingkatan nilai sepadan mudah untuk ditafsirkan dan dimengerti.


  1. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN TEST STANDAR
Keuntungn dari tes standar:
  1. Mempermudah dan membutuhkan sedikit waktu dari petunjuknya.
  2. Menyediakan situasi yang standar.
  3. Menyediakan sebuah rekaman tetap tentang prilaku selama tes tulis.
  4. Dapat digunakan untuk membandingkan siswa, sekolah, wilayah, negara bagian.
  5. Dapat digunakan oleh para pengambil kebijakan
  6. Memiliki tingkat validitas yang tinggi
Kerugian dari tes standar:
  1. Menimbulkan Problematika
Tes standar mengukur informasi factual atau deklaratif dan sedikit kemampuan verbal. Tes standar cenderung tidak dapat mengukur kedalaman pemahaman, integrasi ilmu pengetahuan dan produksi wacana, apalagi perkembangan social, nilai individu atau keefektifan sekolah. Kemampuan verbal itu abstrak sebagai contoh tidak menentukan keunggulan dalam menulis, bernyanyi ninabobo, bimbingan kepada anak atau member perintah di pabrik.
  1. Range yang dapat diases standardized test terbatas
Tes standar tidak memadai dalam menilai kemampuan generatif siswa , seperti (a) mengekspresikan secara lisan dan tertulis, (b) mengorganisasikan dan menganalisis kelimpahan data, (c) merancang percobaan untuk menjawab pertanyaan yang menarik, (d) kerjasama dengan orang lain.
  1. Kemampuan untuk mengidentifikasi siswa berkebutuhan khusus terabaikan
  2. Hanya digunakan untuk menilai produk
  3. Membuat siswa melakukan berbagai cara (berbuat curang) untuk mendapatkan hasil yang baik
  1. CARA MEMBANTU SISWA DALAM TEST STANDAR
Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk membantu siswa dalan tes standar :
  1. Membuat siswa merasa nyaman dengan situasi test
  2. Menunjukan pada siswa bagaimana cara melengkapi test secara efisien
  3. Membantu siswa memahami bahwa nilai pada test standar tidak akan membuat mereka malu.

Minggu, 14 Juli 2013

*PROSES TRANSAKSI PEMBAYARAN EXSPOR IMPOR DENGAN MENGGUNAKAN LETTER OF CREDIT ( L/C )


*PROSES TRANSAKSI PEMBAYARAN EXSPOR IMPOR DENGAN     MENGGUNAKAN LETTER OF CREDIT ( L/C ) 

1.Buyer mengajukan aplikasi pembukaan L/C kepada Issuing Bank.
- Semua kewajiban yang menjadi tanggung jawab Buyer biasanya disebut Account     Party.
- Buyer yang mengajukan aplikasi L/C disebut Applicant.
- Buyer yang membeli barang dari luar negeri disebut importer.

2.Issuing Bank mendebet rekening Applicant untuk deposit Margin.

3.Issuing membuka L/C dan mengirim berita kepada korespondenya dinegara exsportir ,disertai dengan no.bank.

4.Advising bank sebagai bank penerima akan memeriksa kebenaran test key ( kalau pembukaan L/C dengan TELEX/FAX ) dan memeriksa tanda tangan pada L/C ( kalau L/C dibuka dengan Mail).Selain itu untuk kadang-kadang bank penerima meminta company profile dan annual report dari perusahaan importer.Advising bank tidak jarang juga berperan sebagai Negtiating Bank.

5.Advising bank mengadviskan L/C kepada beneficiary.

6.Beneficiary ( Exsportir ) mengirimkan barang melalui Maskapai Perkapalan dengan instruksi pada Shipping order supaya consignee dicantumkan negotiating bank.

7.Exsportir melengkapi dokumen lainnya yang disyaratkan dalam L/C,kemudian menyerahkannya kepada Negotiating Bank.

8.Negotiating bank mengirimkan documen kepada Issuing Bank,dengan pembayaran kepada Exsportir sesuai avaibility dari pada L/C.

9.Issuing memberitahukan tibanya dokumen kepada Applicant ( importer ) dan         melakukan perhitungan kekurangan pembayaran L/C.

10.Issuing mendebet rekening applicant atas kekurangan diatas (no.9).

11.Issuing menyerahkan Shipping document kepada importir.

12.Reimbursing Bank mendebet rekening Issuing bank atas klaim dari negotiating bank.

13.Reimbursing Bank mengkredit rekening negotiating bank.

Minggu, 30 Juni 2013

TRANSISTOR


TRANSISTOR
  1. Pengertian Transistor
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Transistor through-hole (dibandingkan dengan pita ukur sentimeter)
Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektot (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.
Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.
Transistor dibuat dari bahan semikonduktor. Bahan semikonduktor yang terpenting adalah Silikon dan Germanium. Silikon lebih banyakdigunakan sebagai bahan semikonduktor dibanding Germanium,karena Silikon mempunyai sifat-sifat yang lebih disukai disbandingdengan Germanium. Komponen ini mempunyi banyak fungsi dalam dunia elektronik, diantaranya sebagai penguat, switching (saklar), modulasi signal, stabilitas tegangan dll. Bahkan seiring dengan perkembangan teknologi yang saat ini semakin pesat, transistor saat ini juga telah mengalami perkembangan di segi fungsinya, dia sekarang telah dapat digunakan sebagai memory, dan pemroses isyarat getaran-getaran listrik dalam dunia prosesor komputer. Bukan hanya itu, transistor juga telah mengalami perkembangan dilihat dari segi bentuk, karena saat ini satu buah transistor telah berhasil diciptakan dalam ukuran super kecil, yaitu hanya dalam ukuran nano mikron (transistor yang dikemas dalam prosesor komputer).

  1. Fungsi Transistor

Gambar bentuk fisik transistor

Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektot (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang akan dikuatkan melalui kolektor.Selain digunakan untuk penguat transistor bisa juga digunakan sebagai saklar. Caranya dengan memberikan arus yang cukup besar pada basis transistor hingga mencapai titik jenuh. Pada kondisi seperti ini kolektor dan emitor bagai kawat yang terhubung atau saklar tertutup, dan sebaliknya jika arus basis teramat kecil maka kolektor dan emitor bagai saklar terbuka. Dengan sifat pensaklaran seperti ini transistor bisa digunakan sebagai gerbang atau yang sering kita dengar dengan sebutan TTL yaitu Transistor Transistor Logic.
Transistor dapat berfungsi juga sebagai; (a) penguat arus maupun tegangan yang dipakai sebagai penguat, (b) sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), (c) stabilisasi tegangan semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atautegangan inputnya (FET), dan (d) memungkinkan pengaliran listrik yangsangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Fungsi tansistor sangat menentukan kinerja dari sebuah rangkaian elektronika. Dalam sebuah sirkuit/rangkaian elektronika, transistor berfungsi sebagai jangkar rangkaian. Secara fisik, Transistor adalah sebuah komponen elektronika semi konduktor yang memiliki 3 kaki, yang masing-masing kakinya diberi nama basis (B), colector (C) dan emitor (E). Dalam sebuah sirkuit, fungsi Transistor dapat digunakan sebagai sebuah penguat (amplifier), sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan (stabilisator), modulasi sinyal dan berbagai fungsi lainnya. Berdasarkan susunan semi konduktor, Transistor di bedakan menjadi 2 tipe yaitu transistor PNP dan transistor NPN. Untuk membedakan transistor PNP dan NPN dapat di lihat dari arah panah pada kaki emitornya. Pada transistor PNP anak panah mengarah ke dalam dan pada transistor NPN arah panahnya mengarah ke luar. Pada saat ini Funsi Transistor telah banyak mengalami perkembangan, sekarang sebuah transistor sudah dapat digunakan sebagai memory dan pemroses sebuah getaran listrik dalam dunia prosesor komputer. Bukan hanya fungsi transistor saja yang berkembang, bentuk dari transistor juga mengalami perubahan, saat ini transistor telah berhasil di ciptakan dalam ukuran super kecil, yaitu hanya dalam ukuran nano mikron (transistor yang dikemas dalam prosesor komputer). Dalam dunia elektronika, transistor juga memiliki bentuk jelajah tegangan kerja dan frekuensi yang sangat besar dan lebar.
Penggunaan transistor dalam sebuah rangkaian analog adalah sebagai amplifier, switch, stabilitas tegangan, dan lain-lain. Dalam rangkaian digital selain di gunakan sebagai saklar yang memiliki kecepatan tinggi juga dapat digunakan sebagai pemroses data yang akurat dan sebagai memory. Cara kerja transistor yang tidak serumit komponen penguat lainnya, seperti tabung elektronik, dan kemampuannya yang berkembang secara berkala, dan juga bentuk fisiknya yang semakin berkembang, membuat transistor menjadi pilihan utama para penghobi elektronika dalam menyusun suatu konsep rangkaian elektronika. Bahkan saat ini bentuk fisik dan fungsi transistor telah berada satu tahap diatas sebelumnya. Sekarang fungsi transistor banyak yang sudah terintegrasi dan disatukan dari beberapa jenis transistor menjadi satu buah komponen yang lebih kompak yang dalam dunia elektronika biasa disebut dengan Integrated Circuit (IC). Integrated Circuit mempunyai cara kerja dan kemampuan yang lebih kompleks, tetapi mempunyai bentuk fisik yang ringkas sehingga tidak banyak memakan tempat.Namun tidak dapat dipungkiri, walaupun fisiknya berkembang menjadi satu komponen baru, namun fungsi transistor tetap memegang peranan vital dalam sebuah rangkaian elektronika.

  1. Jenis & Simbol Transistor
Secara umum, transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori simbol transistor dari berbagai tipe, antara lain:
  • Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide.
  • Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC, dan lain-lain.
  • Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET, MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC(Integrated Circuit) dan lain-lain.
  • Polaritas: NPN atau N-channel, PNP atau P-channel.
  • Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High Power.
  • Maximum frekuensi kerja: Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor, Microwave, dan lain-lain.
  • Aplikasi: Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan Tinggi, dan lain-lain.
Jenis-Jenis Transistordan cara kerja transistorpada umumnya dibagi menjadi dua jenis yaitu; Transistor Bipolar (dwi kutub) dan Transistor Efek Medan (FET – Field Effect Transistor). Transistor Bipolar adalah jenis transistor yang paling banyak di gunakan pada rangkaian elektronika. Jenis-Jenis Transistor ini terbagi atas 3 bagian lapisan material semikonduktor yang terdiri dari dua formasi lapisan yaitu lapisan P-N-P (Positif-Negatif-Positif) dan lapisan N-P-N (Negatif-Positif-Negatif). Sehingga menurut dua formasi lapisan tersebut transistor bipolar dibedakan kedalam dua jenis yaitu transistor PNP dan transistor NPN. Masing-masing dari ketiga kaki jenis-jenis transistor ini di beri nama B (Basis), K (Kolektor), dan E (Emiter). Fungsi transistor bipolar ini adalah sebagai pengatur arus listrik (regulator arus listrik), dengan kata lain transistor dapat membatasi arus yang mengalir dari Kolektor ke Emiter atau sebaliknya (tergantung jenis transistor, PNP atau NPN).
Di bawah ini Gambar jenis-jenis transistor :
Transistor Efek Medan (FET – Field Effect Transistor) merupakan jenis transistor yang juga memiliki 3 kaki terminal yang masing-masing diberi nama Drain (D), Source (S), dan Gate (G). Cara kerja transistor ini adalah mengendalikan aliran elektron dari terminal Source ke Drain melalui tegangan yang diberikan pada terminal Gate.
Perbedaan antara transistor bipolar dan transistor FET adalah jika transistor bipolar mengatur besar kecil-nya arus listrik yang melalui kaki Kolektor ke Emiter atau sebaliknya melalui seberapa besar arus yang diberikan pada kaki Basis, sedangkan pada FET besar kecil-nya arus listrik yang mengalir pada Drain ke Source atau sebaliknya adalah dengan seberapa besar tegangan yang diberikan pada kaki Gate.
Selain di gunakan sebagai penguat, transistor digunakan sebagai saklar. Caranya adalah dengan memberikan arus yang cukup besar pada basis transistor hingga mencapai titik jenuh. Pada kondisi seperti ini kolektor dan emitor bagai kawat yang terhubung atau saklar tertutup, dan sebaliknya jika arus basis teramat kecil maka kolektor dan emitor bagai saklar terbuka.

Transistor sebagai penguat arus
Fungsi lain dari transistor adalah sebagai penguat arus. Karena fungsi ini maka transistor bisa dipakai untuk rangkaian power supply dengan tegangan yang di set. Untuk keperluan ini transistor harus dibias tegangan yang konstan pada basisnya, supaya pada emitor keluar tegangan yang tetap. Biasanya untuk mengatur tegangan basis supaya tetap digunakan sebuah dioda zener.
Pada gambar tampak bahwa R15 dan R16 bekerjasama dalam mengatur tegangan bias pada basis transistor. Konfigurasi ini termasuk jenis penguat kelas A. Sinyal input masuk ke penguat melalui kapasitor C8 ke basis transistor. Dan sinyal output diambil pada kaki kolektor dengan melewati kapasitor C7.
Fungsi kapasitor pada input dan output penguat adalah untuk mengisolasi penguat terhadap pengaruh dari tegangan DC eksternal penguat. Hal ini berdasarkan karakteristik kapasitor yang tidak melewatkan tegangan DC.

Transistor sebagai Penguat
Salah satu fungsi Transistor yang paling banyak digunakan di dunia Elektronika Analogadalah sebagai penguat yaitu penguat arus,penguar tegangan, dan penguat daya. Fungsi komponen semikonduktor ini dapat kita temukan pada rangkaian Pree-Amp Mic, Pree-Amp Head, Mixer, Echo, Tone Control, Amplifier dan lain-lain.
Prinsip kerja transistor pada contoh rangkaian di bawah adalah, arus kecil pada basis (B) yang merupakan input dikuatkan beberapa kali setelah melalui Transistor. Arus output yang telah dikuatkan tersebut diambil dari terminal Collector (C). Besar kecilnya penguatan atau faktor pengali ditentukan oleh beberapa perhitungan resistor yang dihubungkan pada setiap terminal transistor dan disesuaikan dengan tipe dan karakteristik transistor. Signal yang diperkuat dapat berupa arus DC (searah) dan arus AC (bolak-balik) tetapi maksimal tegangan output tidak akan lebih dari tegangan sumber (Vcc) Transistor.
Rangkaian transistor sebagai penguat
Bentuk signal input dan output penguatan

Pada gambar pertama (Transistor Sebagai Penguat), tegangan pada Basis (dalam mV) dikuatkan oleh Transistor menjadi besar (dalam Volt). Perubahan besarnya tegangan output pada Collector akan mengikuti perubahan tegangan input pada Basis. Pada gambar kedua dapat terlihat perubahan dan bentuk gelombang antara input dan output yang telihat melalui Osciloscope.
Berdasarkan cara pemasangan ground dan pengambilan output, penguat transistor dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

Common Base
Penguat Common Base digunakan sebagai penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor merupakan input dan Collector adalah output sedangkan Basis di-ground-kan/ ditanahkan.
Sifat-sifat Penguat Common Base:
  • Isolasi input dan output tinggi sehingga Feedback lebih keci.
  • Cocok sebagai Pre-Amp karena mempunyai impedansi input tinggi yang dapat menguatkan sinyal kecil.
  • Dapat dipakai sebagai penguat frekuensi tinggi.
  • Dapat dipakai sebagai buffer.

Penguat Common Emitor:
Penguat Common Emitor digunakan sebagai penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor di-ground-kan/ ditanahkan, Input adalah Basis, dan output adalah Collector. 
Sifat-sifat Penguat Common Emitor:
  • Signal output berbeda phasa 180 derajat.
  • Memungkinkan adanya osilasi akibat feedback, untuk mencegahnya sering dipasang feedback negatif.
  • Sering dipakai sebagai penguat audio (frekuensi rendah).
  • Stabilitas penguatan rendah karena tergantung stabilitas suhu dan bias transistor.

Penguat Common Collector
Penguat Common Collector digunakan sebagai penguat arus. Rangkaian ini hampir sama dengan Common Emitor tetapi outputnya diambil dari Emitor. Input dihubungkan ke Basis dan output dihubungkan ke Emitor. Rangkaian ini disebut juga dengan Emitor Follower (Pengikut Emitor) karena tegangan output hapir sama dengan tegangan input.

Sifat-sifat Penguat Common Collector:
  • Signal output dan sigal input satu phasa (tidak terbalik seperti Common Emitor).
  • Penguatan tegangan kurang dari 1 (satu).
  • Penguatan arus tinggi (sama dengan HFE transistor).
  • Impedansi input tinggi dan impedansi output rendah sehingga cocok digunakan sebagai buffer.

  1. Prinsip kerja Transistor
Transistor dibuat dengan tiga lapis semikonduktor. Dapat dibuat lapisanPNP ataupun lapisan NPN. Dengan demikian kita mengenal 2 macamtransistor, yaitu transistor PNP dan transistor NPN sesuai dengan jenispenyusunnya.
Transistor mempunyai tiga kaki (elektroda) yang diberinama basis (b), emitor (e) dan colector (c). Basis dihubungkan denganpada lapisan tengah sedang emitor dan colector pada lapisan tepi.
Emitor artinya pemancar, disinilah pembawa muatan berasal. Colectorartinya pengumpul.Pembawa muatan yang berasal dari emitor ditampung pada Colector.Basis artinya dasar, basis digunakan sebagai elektroda mengendali.

Lambang, konstruksi dan rangkaian dioda yang setara dengan transistor
Prinsip Transistor juga sebagai Penguat (amplifier): artinya transistor bekerja pada wilayah antara titik jenuh dan kondisi terbuka (cut off), tetapi tidak pada kondisi keduanya. Prinsip Transistor sebagai penghubung (saklar) : transistor akan mengalami Cutoff apabila arus yang melalaui basis sangat kecil sekali sehinga kolektor dan emitor akan seperti kawat yang terbuka, dan Transistor akan mengalami jenuh apabila arus yang melalui basis terlalu besar sehingga antara kolektor dan emitor bagaikan kawat terhubung dengan begitu tegangan antara kolektor dan emitor Vce a.
Prinsip dasar dari kerja transistor yang lain adalah tidak akan ada arus antara colektor dan emitor apabila pada basis tidak diberi tegangan muka atau bias. Bias pada basis ini biasanya diikuti dengan sinyal-sinyal atau pulsa listrik yang nantinya hendak dikuatkan, sehingga pada kolektor, sinyal yang di inputkan pada kaki basis telah dikuatkan. Kedua jenis transistor baik NPN ataupun PNP memiliki prinsip kerja yang sama.
Bahan dasar pembuatan transistor itu sendiri atara lain Germanium, Silikon, Galium Arsenide. Sedangkan kemasan dari transistor itu sendiri biasanya terbuat dari Plastik, Metal, Surface Mount, dan ada juga beberapa transistor yang dikemas dalam satu wadah yang disebut IC (Intregeted Circuit).
Dari banyak tipe-tipe transistor modern, pada awalnya ada dua tipe dasar transistor, bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda. Transistor bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya menggunakan dua polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk membawa arus listrik. Dalam BJT, arus listrik utama harus melewati satu daerah/lapisan pembatas dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran arus utama tersebut.
FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis pembawa muatan (elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam FET, arus listrik utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah Basis memotong arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini dapat diubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal konduksi tersebut.

  1. Aplikasi Transistor
  • Aplikasi Transistor Sebagai Saklar
Prinsip Kerja Aplikasi Transistor BJT sebagai saklar
Aplikasi Transistor sebagai saklar memanfaatkan daerah kerja transistor yaitu Daerah Cut-off (switch OFF) dan daerah saturation (switch ON).
Gambar Aplikasi Transistor BJT Sebagai Saklar

Daerah Cut off
Sebuah Transistor berada pada daerah cut-off adalah ketika junction basis-emitter di bias mundur (reverse bias), Sehingga semua arus bernilai O dan VCE(Cut-off)=VCC
Daerah Saturasi
Ketika junction basis-emitter di bias maju (forwar bias). Sehingga Arus Collector maksimal adalah (IC = VCC/RL) dan VCE(Saturation) = 0 (ideal saturation). Cttn : dibutuhkan arus yang cukup untuk membuat transistor bercaturasi nilai nya sesuai dengan rumus pada gambar.
Gambar IB minimal

Contoh Aplikasi Transistor sebagai saklar
Gambar Rangkaian Transistor Sebagai Saklar

  • Prinsip Kerja Aplikasi Transistor MOSFET sebagai saklar
MOSFET sebagai saklar juga memanfaatkan daerah Cut-off dan daerah saturation.
Gambar Aplikasi Transistor MOSFET Sebagai Saklar