Sabtu, 22 Juni 2013

Sejarah Dakwah Islam


Sejarah Dakwah Islam
                Islam mewajibkan kepada seluruh umatnya untuk menuntut ilmu. Kewajiban menuntut ilmu bagi tiap muslim adalah fardu’ain. (H.R. Ibnu dan Baihaqi)
            Di Jazirah Arab khususnya Kota Mekah merupakan tempat di mana Allah mengutus seorang rasul-Nya yakni Nabi Muhammad saw., untuk melengkapi kebenaran risalahnya. Allah menurunkan wahyu-Nya yakni kitab suci Al-qur’an, sekaligus sebagai penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya. Di samping itu Allah juga menurunkan pula hadis-hadis sebagai penjelas dari alquran yang disampaikan melalui sumber hokum utama dalam islam. Alquran dan hadis ini pula yang menjadi acuann utama dalam ilmu pengetahuan.
     A.    Sejarah Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan sampai Masa Abbasiyah
1.      Masa Nabi Muhammad saw., dan Khulafaur Rasyidin
Dalam menyelesaikan setiap permasalahan umatnya, Rasulullah senantiasa berpedoman kepada Alquran. Apabila terdapat suatu permasalahan yang tidak dapat dijawab, biasanya beliau menangguhkannya untuk menunggu turunnya wahyu dari Allah awt.                                      
Setelah wafatnya Rasulullah saw para sahabat (Khulafaur Rasyidin) Rasulullah berperan menggatikan posisi beliau dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang tengah dihadapi umat islam. Permasalahan tersebut diantaranya:
1)      Munculnya orang-orang yang mengaku sebagai nabi
2)      Banyak orang-orang yang murtad
3)      Banyak yang tidak mau mengeluarkan zakat
Ijmak sahabat adalah keputusan dari musyawarah, setelah segala sesuatunya dikembalikan kedapa Alquran dan hadis Rasulullah saw.
Para Khulafaur Rasyidin tersebut ialah:
a.      Abu Bakar as Sidiq
b.      Umar bin Khattab
c.       Ali bin Abu Thalib
d.      Usman bin Affab
e.      Jaiz bin Tsabit
2.      Masa Tabiit dan Tabiin
Tabiit dan tabiin : masa setelah para Khulafaur Rasyidin.
      Perkembangan ilmu pengetahuan di dunia islam ini berkembang pesat terutama pada masa Dinasti Bani Umayyah dan Dinasti Bani Abbasiyah.

a. Dinasti Bani Umayyah
Dinasti Bani Umayyah merupakan dinasti pertama dalam sejarah islam. DInasti Bani Umayyah diambil dari nama Umayyah, kakeknya Abu Sufyan bin Harb, atau nenek moyangnya Muawiyah bin Abi Sufyan. Dinasti Bani Umayyah didirikan oleh Muawiyabin Abi Sufyan dengan pusat pemerintahannya berada di Damaskus dan berlangsung selama 90 tahun (41 – 132 H/ 661-750 M).                                                                                         
Beberapa displin ilmu yang berkembang pada masa Dinasti Umayyah :
      1.     Ilmu hadist
Yakni keberhasilan membukukan hadist. Sahabat yang paling banyak meriwayatkan adalah Aisyah dan Abu Hurairah. Salah satu khalifah pada masa Bani Umayyah yang sangat peduli terhadap pembukuan hadist adalah Umar bin Abdul Aziz.
       2.     ilmu tafsir
dalam al-Qur’an sendiri ada dua jenis ayat, yakni
·         ayat muhkamat yang tafsirannya jelas
·         ayat mutasyabihat yang tafsirannya masih samar
Metode penafsiran:
·         bir ra’yi yaitu metode penafsiran dengan menggunakan aksi pikiran
·         bil ma’sur yaitu dengan menggunakan ayat al-qur’an, hadist, perkataan sahabat, maupun dengan kitab-kitab Allah sebelum al-qur’an.
      3.     Ilmu tasawuf
Secara bahasa tasawuf berarti suci, bersih, atau jernih. Seseorang yang menganut ajaran tasawuf biasa disebut sufi. Beberapa tokoh sufi yang terkenal pada masa Dinasti Bani Umayyah:
1)      Hasan al Basri di Irak
2)      Ibrahim bin Adham di Iran
3)      Sufyan as Sauri di Irak
4)      Said bin Musayyab di Madinah
      4.     Ilmu fiqih
Bahasa : pemahaman.
Istilah   : sebuah pemahaman atas teks-teks al-qur’an dan hadits yang kemudian ditarik sebuah kesimpulan dan dibuatkan suatu ketentuan hukumnya.
Salah satu  cara menetapkan hukum:
1)      Ijmak (kesepakatan para fukaha dalam menetapkan suatu hokum)
2)      Qiyas (menyamakan)
3)      Istihsan (melihat kebaikanya)
4)      Istinbat (menarik kesimpulan dari dalili-dalil yang ada)
5)       
b. DInasti Bani Abbasiyah
            Diansti Bani Abbasiyah diamnil dari nama al Abbas bin Abdul Muttalib, paman Nabi Muhammad saw. Pendirinya ialah Abdullah as Saffah bin Ali bin Abdullah bin al Abbas, yang lebih dikenal dengan sebutan Abul Abbas as SAffah. Dinasti Bani Abbasiyah berdiri kurang lebih 550 tahun sekitar tahun 132-656 / 750-1258 M. Pusat pemerintahannya di Kota Baghdad.
Tokoh pendiri DInasti Bani Abbasiyah :
·         Abul Abbas as Saffah
·         Abu Ja’far al Mansur
·         Ibrahim al Imam
·         Abu Muslim al Khurasani
Bani Abbasiyah memiliki khalifah sebanyak 37 orang. Masa pemerintahan para Khalifah :
·         Abul Abbas as Saffah – Khalifah Al Watsiq Billah (132-232 H/ 749-879 M) -> keemasan
·         Al Mutawakkil – al Mu’tashim -> kemunduran, akibat serangan bangsa Mongol Tartar pimpinan Klulagu Khan pada tahun 656 H/ 1258 M.
Beberapa tokoh filsafat pada masa Dinasti Bani Abbasiyah :
·         Ibnu Sina
·         Al Kindi
·         Al Farabi
·         Ar Razi
·         Ibnu Bajah

      1.      Bidang astronomi/ perbintangan                                                                                                         Beberapa ulama yang ditunjuk khusus bekerja untuk kepentingan Negara, seperti al Farabi dan al Fargani. Pada masa ini juga dikenal seorang astronom yang bernama al Biruni. Hasil karyanya yang bernama al Qanun dan 113 buku lainnya.
       2.     bidang kedokteran
            Seorang ahli kedokteran yang sangat terkenal adalah Yuhannah bin Musawaih dengan al ‘Asr al Maqalat fi al ‘Ain (tentang pengobatan penyakit mata). Selain Yahannah bin Musawaih, dikenal juga Abu Bakar ar Razi, pemimpin para dokter di seluruh Baghdad. Beberapa karyanya yang sangat terkenal di antaranya Kitab Asrar, Kitab al Manshuri,la Juwadi wa al Hsbah, dan al Hawi ng merupakan sebuah ensiklopedia tentang pengobatan dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada tahun 1279 serta menjadi buku pegangan penting selama berabad-abad lamanya di Eropa.
Ahli kedokteran lainnya :
·     Ibnu Maimun
·   Abu al Qasim
·   Tsabit bin Qurrah
·   Ibnu Bajjah
·   Ibnu Thufail
·   Muhammad at Tamimi

       3.      Bidang hadis
Tujuan dari pengkodifikasian ini adalah untuk memurnikan kembali hadis-hadis Rasulullah supaya dapat diterima dan dijadikan sebagai sumber hokum yang kedua setelah Alquran.
Beberapa ulama hadis yang terkenal pada masa itu:
·         Imam al Bukhari, bukunya, Sahih Bukhari merupakan kumpulan hadis berkualifikasi sahihyang jumlahnya sekitar 7200 hadis
·         Abu Muslim al Jajjaj yang berasal dari Nishapur, karyanya adalah Sahih Muslim, dapat dikatakan sebanding dengan Sahih Buhkari.
·         Abu Dawud      = al Kutub al Sittah
·         Tirmizi             = al Kutub al Sittah
·         Nasai               = al Kutub al Sittah

       4.      Bidang tafsir
Tafsir ar ra’yu
Daerah Berkembang: Basrah, Kufah, Khurasan
Faktor : Berkembangnya ilmu filsafat lebih banyak menggunakan logika.
Ulama penafsir:
·         Ar Razi
·         At Tabari
·         Zamakhsyari
·         Abu Bakar al Munzir an Nizaburi
·         Abu Syaikh bin Haitam
·         Al Hakim
       5.      Bidang fiqih
Di antara kebanggan zaman pemerintahan Dinasti Bani Abbasiyah yang pertama adalah terdapatnya 4 imam mazhab fiqih, diantarnya:
·         Imam Abu Hanifah
·         Imam Malik
·         Imam Syafi’I dan Imam Ahmad bin Hanbal

       6.      Bidang tasawuf
Tokoh-tokoh tasawuf : Hasan Basri, Malik bin Dirar, Sofyan Sauri, Tawus, dan Rabi’ah Adwiyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar