Sabtu, 22 Juni 2013

Aplikasi Pengetahuan Sosiologi


      "Aplikasi Pengetahuan Sosiologi’
A.       Penerapan Sosiologi Dalam Kehidupan  Bermasyarakat
Sosiologi merupakan suatu kajian mengenai masyarakat dan hubungannya dengan lingkungan dimana masyarakat tersebut tinggal. Kajian ini dapat memberikan pengetahuan bagi siapapun yang mempelajarinya. Pengetahuan sosiologi dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun penerapan ilmu sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat dapat dilakukan melalui beberapa  macam hal sebagai berikut.
      1.      Perencanaan Sosial (Social Planning)
Perncanaan social(Social Planning) hingga saat ini sudah menjadi ciri umum masyarakat yang sedang berkembang atau masyarakat yang sedang mengalami perubahan. Tujuan dari adanya perencanaan social ini adalah untuk memprediksi dan membatasi keterbelakangan unsur-unsur kebudayaan material maupun teknologi.
Dalam ilmu sosiologi,perencanaan social haruslah berdasarkan terhadap pengertian mendalam pada berkembangnya kebudayaan dari taraf perkembangan terendah sampai taraf
modrn dan kompleks. Adanya pengertian terhadap hubungan antar manusia dengan alam sekitar,hubungan antar kelompok masyarakat, dan pengaruh budaya baru terhadap masyarakat juga perlu diperhatikan.
George A. Lundberg menyatakan bahwa ketidaksanggupan menyelesaikan masalah disebabkan olah beberapa factor,antara lain :
     a)      Kurangnya pengertian terhadap sifat hakikat masyarakat dan kekuatan untuk membentuk hubungan antarmanusia.
   b)   Kepercayaan bahwa masalah dapat selesai hanya dengan mendasaannya pada keinginan untuk memecahkan masalah tanpa adanya penelitian.
Kesulitan memecahkan masalah juga disebabkan adanya kepercayaan umum bahwa hubungan social tidak tunduk pada penelitian ilmiah dan masyarakat percaya bahwa pemecahan masalah sudah diketahui hanya tinggal diterapkan. Tentunya kepercayaan tersebut sangatlah keliru, sebab masalah haruslah diteliti agar mengetahui penyebab masalah tersebut dan dapat mengetahui penyelesaian yang tepat untuk masalah tersebut.
Sedangkan Ogburn dan Nimkoff menyebutkan tentang prasyarat perencanaan social yang efektif :
     a)    Adanya unsur modern dalam masyarakat yang menyangkut suatu sistem ekonomi yang telah menggunakan uang,urbanisai yang teratur, intelegensia di bidang teknik & ilmu pengetahuan serta adanya sistem administrasi yang baik.
     b)      Adanya sistem pengumpulan data dan analisis yang baik.
     c)      Terdapat sikap public yang baik terhadap usaha perencanaan social.
     d)     Terdapat pemimpin ekonomi dan politik yang pogrsif.

2.      Melakukan Penelitian Sosiologis sebagai Penunjang Pembangunan
Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan konstruksi serta dilakukan secara metodologis, sistematis, serta konsisten. Tujuan penelitian adalah mengungkapkan suatu kebenaran guna mengetahui apa yang di hadapi dalam kehidupan.
Terdapat beberapa macam penelitian yaitu sabagai berikut :
       a)      Penelitian Murni, bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan secara teoritis.
    b)   Penelitian yang terpusatkan pada masalah, bertujuan untuk memecahkan masalah yang timbul dalam perkembangan teori.
       c)    Penelitian terapan, bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat atu pemerintah.

Pada dasarnya setiap penelitian merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, di kenal adanya penelitian ilmu social, ilmu alam, dan ilmu budaya. Dalam penelitian ilmu social terdapat penelitian sosiologis dan penelitian lainnya.
Penelitian sosiologis merupakan proses pengungkapan kebenaran melalui konsep-konsep. Adapun konsep dasar dalam sosiologi meliputi :
      a.       Interaksi social                        e. lapisan social
      b.      Kelompok social                      f. kekuasaan dan wewenang
      c.       Kebudayaan                            g. perubahan sosial
      d.      Lembaga social                        h. masalah sosial
Berbagai hasil penelitian sosiologis dapat di manfaatkan oleh ilmi-ilmu social lainnya. Data-data sosiologis yang dapatdigunakan sebagai penunjang proses pembangunan adala sebagai berikut :
     a)      Pola interaksi social, pengetahuan tentang pola interaksi social sangat penting artinya dalam penciptaan suasana yang kondusif bagi proses pembangunan.
      b)      Kelompok-kelompok social merupakan bagian dari masyarakat.
      c)      Kebudayaan yang berintikan nilai-nilai.
    d)     Lembaga-lembaga social yang menjadi kesatuan kaidah-kaidah tentang kebutuhan dasr manusia dan kelompok social.
      e)      Stratifikasi social untuk mengetahui pihak-pihak yang dapatdi jadikan panutan dalam pembangunan.
Pada tahap pelaksanaan perlu di lakukan identifikasi terhadap kekuatan social yang ada dalam masyarakat. Semua hasil penelitian sosiologis baik pada tahap perencanaan ataupun dalam tahap pelaksanaannya dapat di gunakan sebagai bahan yang akan di nilai pada tahap evaluasi.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Indonesia adalah Negara dengan masyarakat yang majemuk dan memiliki begitu banyak suku bangsa dan budaya di dalamnya. Adanya kemajemukan ini merupakan suatu persoalan yang harus di hadapi dalam proses pembangunan. Oleh karena itu pembangunan haus di jalankan sesuai dengan realitas social serta kepentingan nasional.

A.       Penerapan Sosiologi Dalam Kehidupan  Bermasyarakat
Sosiologi merupakan suatu kajian mengenai masyarakat dan hubungannya dengan lingkungan dimana masyarakat tersebut tinggal. Kajian ini dapat memberikan pengetahuan bagi siapapun yang mempelajarinya. Pengetahuan sosiologi dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun penerapan ilmu sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat dapat dilakukan melalui beberapa  macam hal sebagai berikut.
      1.      Perencanaan Sosial (Social Planning)
Perncanaan social(Social Planning) hingga saat ini sudah menjadi ciri umum masyarakat yang sedang berkembang atau masyarakat yang sedang mengalami perubahan. Tujuan dari adanya perencanaan social ini adalah untuk memprediksi dan membatasi keterbelakangan unsur-unsur kebudayaan material maupun teknologi.
Dalam ilmu sosiologi,perencanaan social haruslah berdasarkan terhadap pengertian mendalam pada berkembangnya kebudayaan dari taraf perkembangan terendah sampai taraf
modrn dan kompleks. Adanya pengertian terhadap hubungan antar manusia dengan alam sekitar,hubungan antar kelompok masyarakat, dan pengaruh budaya baru terhadap masyarakat juga perlu diperhatikan.
George A. Lundberg menyatakan bahwa ketidaksanggupan menyelesaikan masalah disebabkan olah beberapa factor,antara lain :
    a)      Kurangnya pengertian terhadap sifat hakikat masyarakat dan kekuatan untuk membentuk hubungan antarmanusia.
   b)  Kepercayaan bahwa masalah dapat selesai hanya dengan mendasaannya pada keinginan untuk memecahkan masalah tanpa adanya penelitian.
Kesulitan memecahkan masalah juga disebabkan adanya kepercayaan umum bahwa hubungan social tidak tunduk pada penelitian ilmiah dan masyarakat percaya bahwa pemecahan masalah sudah diketahui hanya tinggal diterapkan. Tentunya kepercayaan tersebut sangatlah keliru, sebab masalah haruslah diteliti agar mengetahui penyebab masalah tersebut dan dapat mengetahui penyelesaian yang tepat untuk masalah tersebut.
Sedangkan Ogburn dan Nimkoff menyebutkan tentang prasyarat perencanaan social yang efektif :
    a)      Adanya unsur modern dalam masyarakat yang menyangkut suatu sistem ekonomi yang telah menggunakan uang,urbanisai yang teratur, intelegensia di bidang teknik & ilmu pengetahuan serta adanya sistem administrasi yang baik.
    b)      Adanya sistem pengumpulan data dan analisis yang baik.
    c)      Terdapat sikap public yang baik terhadap usaha perencanaan social.
    d)     Terdapat pemimpin ekonomi dan politik yang pogrsif.

      2.      Melakukan Penelitian Sosiologis sebagai Penunjang Pembangunan
Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan konstruksi serta dilakukan secara metodologis, sistematis, serta konsisten. Tujuan penelitian adalah mengungkapkan suatu kebenaran guna mengetahui apa yang di hadapi dalam kehidupan.
Terdapat beberapa macam penelitian yaitu sabagai berikut :
       a)      Penelitian Murni, bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan secara teoritis.
     b)      Penelitian yang terpusatkan pada masalah, bertujuan untuk memecahkan masalah yang timbul dalam perkembangan teori.
       c)     Penelitian terapan, bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat atu pemerintah.

Pada dasarnya setiap penelitian merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, di kenal adanya penelitian ilmu social, ilmu alam, dan ilmu budaya. Dalam penelitian ilmu social terdapat penelitian sosiologis dan penelitian lainnya.
Penelitian sosiologis merupakan proses pengungkapan kebenaran melalui konsep-konsep. Adapun konsep dasar dalam sosiologi meliputi :
      a.       Interaksi social                        e. lapisan social
      b.      Kelompok social                      f. kekuasaan dan wewenang
      c.       Kebudayaan                            g. perubahan sosial
      d.      Lembaga social                        h. masalah sosial
Berbagai hasil penelitian sosiologis dapat di manfaatkan oleh ilmi-ilmu social lainnya. Data-data sosiologis yang dapatdigunakan sebagai penunjang proses pembangunan adala sebagai berikut :
     a)      Pola interaksi social, pengetahuan tentang pola interaksi social sangat penting artinya dalam penciptaan suasana yang kondusif bagi proses pembangunan.
      b)      Kelompok-kelompok social merupakan bagian dari masyarakat.
      c)      Kebudayaan yang berintikan nilai-nilai.
    d)     Lembaga-lembaga social yang menjadi kesatuan kaidah-kaidah tentang kebutuhan dasr manusia dan kelompok social.
      e)      Stratifikasi social untuk mengetahui pihak-pihak yang dapatdi jadikan panutan dalam pembangunan.
Pada tahap pelaksanaan perlu di lakukan identifikasi terhadap kekuatan social yang ada dalam masyarakat. Semua hasil penelitian sosiologis baik pada tahap perencanaan ataupun dalam tahap pelaksanaannya dapat di gunakan sebagai bahan yang akan di nilai pada tahap evaluasi.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Indonesia adalah Negara dengan masyarakat yang majemuk dan memiliki begitu banyak suku bangsa dan budaya di dalamnya. Adanya kemajemukan ini merupakan suatu persoalan yang harus di hadapi dalam proses pembangunan. Oleh karena itu pembangunan haus di jalankan sesuai dengan realitas social serta kepentingan nasional.